Macam - Macam Majas Perbandingan dan Contohnya

Hai sobat, masih ingat dengan istilah majas perbandingan? Bila sobat sudah menginjak kelas satu SMP pasti akan mempelajari majas yang satu ini. Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan antara dua hal yang mempunyai persamaan sifat. Yang termasuk majas perbandingan adalah :

Macam - Macam Majas Perbandingan dan Contohnya

1. Majas Perumpamaan
Majas perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal secara tidak langsung dengan kata yang menyatakan perbandingan, yaitu seperti, sebagai, bak, istirahat, laksana, bagai dan sebagainya.
Contoh :
*) Nasibmu seperti telur di ujung tanduk
*) Kedua anak itu seperti pinang dibelah dua

2. Majas Metafora
Majas metafora adalah majas yang membandingkan antara dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding.
Contoh :
*) Kawasan pertokoan itu telah dilalap si jago merah
*) Si kutu buku itu pandai sekali

3. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang mengungkapkan benda mati seperti benda hidup.
Contoh :
*) Tanyakan pada rumput yang bergoyang
*) Malam ini bulan purnama tersenyum padaku

4. Majas Alegori
Majas alegori adalah majas yang mengandung sifat-sifat moral manusia yang dinyatakan dalam lambang.
Contoh :
*) Hati-hatilah dalam mengarungi samudra luas, badai dan topan merupakan rintangan yang harus kita hadapi

Nah, itulah sedikit informasi dari IndoMateriku mengenai majas perbandingan. Semoga informasi ini dapat membantu sobat dalam mempelajari majas khususnya majas perbandingan.

Cara Menulis Surat Resmi Yang Baik dan Benar

Pernahkan sobat berkirim surat? Ke mana surat itu sobat tujukan? Pernahkah sobat menerima surat? Dari mana surat tersebut berasal?

Secara umum surat dibedakan menjadi dua macam, yaitu surat resmi dan surat pribadi. Surat pribadi tidak perlu menggunakan bahasa resmi atau baku karena surat ini ditujukan kepada teman, kerabat ataupun pacar.

Sedangkan surat resmi harus menggunakan bahasa yang baku dan juga bagian-bagian suratnya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Surat resmi biasanya ditujukan kepada lembaga atau suatu perusahaan.

Cara Menulis Surat Resmi

Contoh surat resmi adalah Surat Dinas. Surat Dinas adalah surat yang ditujukan untuk keperluan dinas atau kelembagaan. Surat ini pada umumnya dikeluarkan oleh lembaga (instansi) pemerintah atau swasta. 

Seperti apa bagian-bagian dari surat resmi? Yuk simak dibawah ini :
Bagian - Bagian Surat Resmi

Keterangan :
A. Kepala Surat
B. Pembukaan
C. Isi (tubuh) Surat
D. Penutup

1. Kepala Surat
2. No, Lampiran, Perihal Surat
3. Tanggal
4. Alamat
5. Salam Pembuka
6. Isi Surat
7. Salam Penutup
8. Tanda Tangan
9. Nama Pengirim
10. Jabatan
11. Tembusan, Inisial, dan Lain-lain

Selain itu, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam menulis surat resmi seperti surat dinas, yaitu :
1. Nama, tempat dan tanggal penulisan surat
2. Alamat yang akan dikirimi surat
3. Isi surat, terdiri atas salam pembukaan, isi, dan salam penutup
4. Nama dan tanda tangan si penulis surat

Contoh Penggunaan Array Dalam PHP

Array merupakan salah satu fungsi dalam php yang dapat menyimpan beberapa data dalam satu variabel. Misalnya kita ingin menyimpan data buah a, b, c dan d kedalam variabel $namabuah maka bisa menggunakan fungsi array.

Berikut saya akan memberikan beberapa contoh tentang penggunaan array dalam php beserta hasilnya. Pastikan anda sering-sering mencobanya karena dalam mempelajari php salah satu kuncinya agar anda mahir yaitu sering berlatih dan usahakan jangan suka copas kode. Usahakan tulis manual kode-kode nya sambil anda mengingat-ingat.

Baiklah, langsung saja silakan disimak beberapa contoh penggunaan array dalam php berikut ini :

Contoh Penggunaan Array #1
<?php
$namaBuah = array ("Mangga","Apel","Pisang","Jeruk");
echo "$namaBuah[0]<br>";//Mangga
echo "$namaBuah[3]<br>";//Jeruk
$namawarna = array();
$namawarna[] = "Merah";
$namawarna[] = "Biru";
$namawarna[] = "Hijau";
$namawarna[] = "Putih";
echo "$namawarna[0]<br>";//Merah
echo "$namawarna[3]<br>";//Putih
?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #1

Contoh Penggunaan Array #2
<?php
$macamNilai = array ("Ani"=>80, "Otim" =>90,"Ana"=>75,"Budi"=>85);
echo $macamNilai['Ani'];//80
echo "<br>";
echo $macamNilai['Otim'];//90
echo "<br>";
$macamNilai = array();
$macamNilai['Ami'] = 80;
$macamNilai['Asma'] = 95;
$macamNilai['Sri'] = 77;
echo $macamNilai['Asma'];//95
echo "<br>";
echo $macamNilai['Sri'];//77
?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #2

Contoh Penggunaan Array #3
<?php
$arrWarna = array ("Blue","Black","Red","Yellow","Green","Brown");
echo "Menampilkan isi array dengan for : <br>";
for ($i=0; $i<count($arrWarna); $i++)
{
echo "Do you like<font color=$arrWarna[$i]>".$arrWarna[$i]."</font> ?<br>";
}
echo "<br>Menampilkan isi array dengan foreach : <br>";
foreach ($arrWarna as $warna)
{
echo "Do you like<font color=$warna>".$warna."</font>?<br>";
}
?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #3

Contoh Penggunaan Array #4
<?php
$macamNilai = array ("Ani" => 80, "Otim" => 90, "Ana" => 75, "Budi" => 85);
echo "Menampilkan isi array dengan foreach : <br>";
foreach ($macamNilai as $nama => $nilai)
{
echo "Nilai $nama = $nilai<br>";
}
reset ($macamNilai);
echo "<br>Menampilkan isi array dengan while dan list : <br>";
while (list($nama, $nilai) = each($macamNilai))
{
echo "Nilai $nama = $nilai<br>";
}

?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #4

Contoh Penggunaan Array #5
<?php
$arrWarna = array ("Blue","Black","Red","Yellow","Green");
$arrNilai = array ("Ani" => 80, "Otim" => 90, "Ana" => 75, "Budi" => 85);
echo "<pre>";
print_r ($arrWarna);
echo "<br>";
print_r ($arrNilai);
echo "<br>";


?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #5

Contoh Penggunaan Array #6
<?php
$arrNilai = array("Ani" => 80, "Otim" => 90, "Ana" => 75, "Budi" => 85);
echo "<b>Array sebelum pengurutan</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";
sort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan sort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

rsort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan rsort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #6

Contoh Penggunaan Array #7
<?php
$arrNilai = array ("Ani" => 80, "Otim" => 90, "Ana" => 75, "Budi" => 85);
echo "<b>Array sebelum pengurutan</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";
asort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan asort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

arsort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan arsort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #7

Contoh Penggunaan Array #8
<?php
$arrNilai = array ("Ani" => 80, "Otim" => 90, "Ana" => 75, "Budi" => 85);
echo "<b>Array sebelum pengurutan</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";
ksort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan ksort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

krsort($arrNilai);
reset($arrNilai);
echo "<b>Array setelah pengurutan krsort</b>";
echo "<pre>";
print_r($arrNilai);
echo "</pre>";

?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #8

Contoh Penggunaan Array #9
<?php
$transport = array('foot', 'bike', 'car', 'plane');
echo "<pre>";
print_r($transport);
echo "</pre>";
$mode = current($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'foot';
$mode = next($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'bike';
$mode = current($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'bike';
$mode = prev($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'foot';
$mode = end($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'plane';
$mode = prev($transport);
echo $mode."<br>"; // $mode = 'car';

?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #9

Contoh Penggunaan Array #10
<?php
$arrBuah = array ("Mangga", "Apel", "Pisang", "Kedondong", "Jeruk");
if (in_array ("Mangga", $arrBuah))
{
echo "Ada buah itu di sini";
}
else
{
echo "Tidak ada buah itu di sini";
}
?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #10
Contoh Penggunaan Array #11
<?php
$arrBuah = array ("Mangga", "Apel", "Pisang", "Kedondong", "Jeruk");
if (in_array ("Anggur", $arrBuah))
{
echo "Ada buah itu di sini";
}
else
{
echo "Tidak ada buah itu di sini";
}
?>
Hasil :
Contoh Penggunaan Array #11

Itulah beberapa contoh penggunaan array dalam php yang perlu anda ketahui. Sebelum melakukan uji coba pada php anda, usahakan aktifkan dulu xampp. Bila anda belum tahu caranya silakan baca : Cara Menggunakan Xampp Dalam PHP. Mungkin sekian dulu share materi tentang php untuk kali ini. Selamat mencoba dan berjumpa lagi pada postingan berikutnya.

Cara Membuat Coding PHP Menggunakan Dreamweaver

Membuat sebuah coding memang bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perlu ketelitian dan konsentrasi yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan. Untuk membuat sebuah koding seperti php atau html perlu sekali bantuan sebuah software agar mempermudah proses penyelesaian dan pengecekannya. Software yang cukup terkenal dalam membantu mengerjakan sebuah koding php ataupun html yaitu dreamweaver.

Bila anda sebelumnya membuat atau mengedit sebuah koding php ataupun html dengan menggunakan software seperti notepad, wordpad atau semacamnya, mulai sekarang sebaiknya berhenti menggunakan software tersebut dan beralih menggunakan dreamweaver. Namun, bila anda menggunakan software dreamweaver ini, anda juga butuh software lain yang tak kalah pentingnya yaitu xampp.

Seperti apa fungsi xampp? Baca : Cara Menggunakan Xampp Untuk Php

Sebelum anda melanjutkan membaca tutorial menggunakan dreamweaver ini sebaiknya anda sudah memiliki software dreamweaver cs 3 keatas agar anda mudah mengikuti tutorial dari saya.

Pada saat membaca ini berarti anda sudah memiliki software dreamweaver dan paham mengenai penggunaan xampp. Selanjutnya silakan buka software dreamweaver dan ikuti petunjuk dari saya.

Berikut adalah tampilan awal software dreamweaver :
Tampilan Software Dreamweaver CS5
Software Dreamweaver CS5

Kemudian silakan buat lembar kerja baru untuk php : Create New ==> PHP
Tampilan Lembar Kerja Dreamweaver
Tampilan Lembar Kerja Dreamweaver

Sebelum memulai membuat sebuah koding, buat dulu folder penyimpanannya. Untuk membuat folder penyimpanannya, terlebih dahulu anda harus sudah menginstall xampp di laptop atau komputer.

Buat folder penyimpanan di C:\xampp\htdocs. Sebagi contoh saya membuat folder penyimpanan dengan nama "Belajarphp".
Folder Penyimpanan Coding
Folder Penyimpanan Coding

Setelah itu kembali ke software dreamweaver yang tadi masih menyala. Kemudian setting agar software dreamweaver bisa terhubung ke xampp. Untuk cara mensettingnya lihat gambar dibawah ini :
Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver

Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver
Site Name : Isi terserah sesuai keinginan anda.
Local Site Folder : Isi sesuai lokasi tempat folder yang anda buat tadi.

Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver

Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver
Server Name : Isi sesuai keinginan anda.
Connect using : Samakan dengan gambar diatas.
Server Folder : Isi sesuai dengan folder yang anda buat tadi.
Web URL : Tulis sesuai dengan gambar diatas namun pada bagian akhir ubah sesuai dengan nama folder yang anda buat. http://localhost/ganti_dengan_nama_folder_anda

Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver

Cara Menghubungkan Dreamweaver Ke Xampp
Cara Setting Dreamweaver

Selanjutnya membuat coding php pada lembar kerja. Untuk membuat coding php pada lembar kerja terlebih dahulu ubah lembar kerja kedalam "code". Lihat gambar dibawah ini :
Membuat Coding PHP di Dreamweaver
Membuat Coding PHP di Dreamweaver

Hapus semua tulisan diatas dan mulailah untuk menulis coding buatan anda. Berikut contoh coding php sederhana :
<?php
echo "Belajar PHP Dasar Untuk Pemula";
?>
Selanjutnya save as dan taruh pada folder yang anda buat sebelumnya.
Membuat Coding PHP di Dreamweaver
Membuat Coding PHP di Dreamweaver

Untuk mengetest coding kita, terlebih dahulu pastikan anda sudah menjalankan xampp.
Xampp Harus Dalam Keadaan ON
Apache dan MySQL dalam keadaan ON

Kemudian silakan run coding anda pada web browser yang ada pada laptop atau komputer anda. Usahakan menggunakan web browser Chrome atau Firefox. Untuk caranya lihat gambar dibawah ini :
Cara Melakukan Test Pada Coding Yang di Buat
Test Koding

Cara Melakukan Test Pada Coding Yang di Buat
Koding Tidak Ada Masalah

Tampilan diatas menunjukkan koding anda berhasil. Untuk membuat koding selanjutnya silakan awali dengan cara-cara diatas. Namun, bila anda sudah pernah men set sekali seperti tutorial diatas, saya rasa anda tidak perlu melakukan settingan lagi.

Cara Menjalankan MySQL dan PHP Menggunakan XAMPP

Untuk dapat menjalankan MySQL dan PHP kedalam sebuah web browser maka perlu bantuan sebuah software yang bernama XAMPP. Sebenarnya bisa saja kita menjalankan sebuah coding php atau html tanpa harus menggunakan xampp yaitu menggunakan koneksi internet. Namun, hal itu akan sangat boros dan sangat tidak disarankan.

Sebelum memulai tutorial cara menjalankan mysql dan php menggunakan xampp terlebih dahulu pada komputer atau laptop anda harus sudah terinstall xampp. Bila anda belum punya, silakan download software xampp terbaru disini.

Setelah anda download jangan lupa untuk langsung menginstallnya. Saya rasa saya tidak perlu untuk memberikan tutorial cara menginstall xampp karena caranya hampir sama dengan software-software pada umumnya.

Berikut tampilan dari software xampp versi 5.6.24. Bila anda menggunakan software xampp versi lama, mungkin akan ada sedikit perbedaan dalam segi tampilan tapi itu tidak menjadi masalah.
Tutorial PHP Dasar

Agar dapat menjalankan sebuah coding php ke dalam web browser secara offline terlebih dahulu silakan klik "Start" pada "Apache" dan "MySQL". Jangan terburu-buru ketika meng klik start, usahakan klik satu dulu dan tunggu, baru kemudian start yang kedua.

Bila anda berhasil maka akan ada tanda warna hijau pada tulisan "Apache" dan "MySQL" lihat gambar dibawah ini :
Tutorial PHP Dasar

Setelah kita menjalankan xampp pada laptop atau komputer, kita perlu sebuah coding untuk mengetest apakah xampp work atau tidak.

Bila anda masih pemula dan bingung dalam membuat sebuah coding php, berikut saya cantumkan sebuah coding sederhana dibawah ini :
<?php
echo "Belajar PHP Dasar Untuk Pemula";
?>

Silakan copy coding diatas dan paste kan di notepad kemudian simpan dalam format (.php). Berikut tutorial cara menyimpannya :
Tutorial PHP Dasar

Tutorial PHP Dasar

INGAT!!!
Untuk menyimpan file-file coding harus di C:\xampp\htdocs
Anda bebas membuat folder di situ.
Sebagai contoh diatas saya membuat sebuah folder latihan1 sehingga alamatnya menjadi C:\xampp\htdocs\latihan1

Karena coding sudah ada maka tinggal kita tes.
Untuk mengetes coding silakan buka web browser anda. Jika anda menggunakan koneksi internet silakan matikan terlebih dahulu agar kalau gagal kita bisa tahu.

Kemudian ketikkan http://localhost/latihan1/contoh1.php

Keterangan :
Kode yang berwarna biru adalah nama folder yang anda buat tadi di htdocs
Kode yang berwarna merah adalah nama file php yang sudah anda buat tadi

Bila berhasil maka akan tampak seperti ini hasilnya :
Tutorial PHP Dasar

Sebenarnya akan lebih mudah untuk membuat  sebuah coding dengan menggunakan software dreamweaver. Anda juga bisa melalukan test pada coding anda dengan mudah dengan software ini.